HMM ITS
HMM FT-IRS ITS yang berintegritas sebagai wadah eskalasi guna mewujudkan sinergi Keluarga Mahasiswa Mesin.
Filosofi M Rotary
Dinamika Berkelanjutan
Bentuk huruf M – Rotary yang tidak terputus dan tetap terbaca "M" meski diputar 180 derajat, melambangkan sebuah pergerakan dan dinamika yang selalu berkelanjutan. Ini mencerminkan semangat adaptasi dan inovasi yang tak pernah padam.
Keberanian & Persaudaraan
Penggunaan Warna Merah merupakan bukti nyata bahwa masyarakat mesin memiliki keberanian tinggi dalam berkarya dan menghadapi tantangan. Merah juga menyimbolkan perasaan sedarah sebagai satu kesatuan Keluarga Besar Teknik Mesin ITS.
Sejarah
Mesin
YPTT (Yayasan Perguruan Tinggi Teknik) mendirikan Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya, yang masih terdiri dari dua jurusan yaitu Teknik Sipil dan Teknik Mesin (angkatan M1), pada tanggal 10 Nopember 1957.
Pada 3 November 1960, Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya resmi menjadi perguruan tinggi negeri dan berganti nama menjadi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya sebelum kemudian pada 3 Desember 1960, namanya berubah lagi menjadi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
ITS berkembang menjadi 5 jurusan dan jurusan Teknik Mesin berubah menjadi fakultas.
Teknik Mesin ITS pertama kali kedatangan dosen lulusan luar negeri (Jerman), yaitu a.n Dipl.Ing Oei Giok Bing dan Dipl.Ing Hariono Sumarsono. Sejak itu, semboyan Uber Alles mulai digunakan di Teknik Mesin ITS.
Fakultas Teknik Mesin dilebur ke dalam FTI (Fakultas Teknologi Industri) dan berubah menjadi jurusan Teknik Mesin.
Bidang studi S-1 Teknik Mesin ITS dikembangkan menjadi Konversi Energi, Teknik Produksi, Desain, dan Metalurgi.
Terdapat program studi baru yaitu Rekayasa Keselamatan Proses (RKP).
HMM FT-IRS ITS yang berintegritas sebagai wadah eskalasi guna mewujudkan sinergi Keluarga Mahasiswa Mesin.
-
01
Menciptakan tata kelola organisasi yang sistematis, berlandaskan konstitusi demi terwujudnya himpunan yang profesional.
-
02
Mengoptimalkan sistem pengembangan sumber daya manusia yang progresif secara dinamis
-
03
Menciptakan wadah pengembangan KMM yang berkelanjutan sesuai dengan HDPSDM
-
04
Mengharmonisasikan hubungan dengan seluruh elemen KMM dan mitra eksternal guna menciptakan sinergitas yang kolaboratif
Organogram Kabinet
KAHIMA
— 1 anggota
BPI (Badan Pengurus Inti)
— 4 anggota
PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia)
— 10 anggota
ORG (Organisasi)
— 10 anggota
PPIM (Pengembangan Profesi dan Keilmiahan Mahasiswa)
— 13 anggota
PPAS (Pencerahan Publik dan Aksi Sosial)
— 13 anggota
KESMA (Kesejahteraan Mahasiswa)
— 12 anggota
KWU (Kewirausahaan)
— 13 anggota
HUBLU (Hubungan Luar)
— 2 anggota